Dari Luwuk untuk Nusantara: Ketika Puisi, Musik, dan Kemanusiaan Bertemu di Udara
13 Jun 2026 | Oleh: Leni Marlina
Luwuk, 13 Juni 2026 — Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, sastra tetap menyediakan ruang bagi manusia untuk berhenti sejenak, merenung, dan mendengarkan suara-suara yang sering tenggelam dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Malam ini, ruang itu akan hadir melalui program Apresiasi Sastra Nusantara, sebuah kolaborasi budaya yang dipersembahkan oleh Banggai Kreatif bersama Radio Suara Padodohi FM 107.7 Luwuk.
Disiarkan pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 22.00–23.00 WITA, program ini mengajak pendengar menikmati perjalanan sastra yang mempertemukan puisi, musik, dan refleksi kemanusiaan dalam suasana yang hangat dan penuh makna.
Bagi banyak orang, puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Puisi adalah cara lain untuk memahami kehidupan. Ia menjadi tempat bernaung bagi kenangan, kegelisahan, harapan, bahkan luka yang sulit diungkapkan dalam percakapan sehari-hari. Karena itulah, malam apresiasi sastra seperti ini selalu memiliki daya tarik tersendiri.
Pada kesempatan istimewa tersebut, sejumlah karya puisi dari berbagai penulis Indonesia akan diperdengarkan kepada publik. Masing-masing karya membawa perspektif yang unik, namun sama-sama berbicara tentang kemanusiaan.
Puisi Tinggalkan Ibu, Selamatkan Saja Adikmu karya Denny JA menghadirkan pergulatan moral yang mengajak pembaca merenungkan pilihan-pilihan sulit dalam kehidupan. Sementara itu, Nyiur: Keindahan dan Kegelisahan karya Rastono Sumardi menawarkan refleksi puitis mengenai alam, perubahan, dan hubungan manusia dengan lingkungannya.
Pendengar juga akan diajak menyelami puisi Waktu Yang Minta Maaf Padamu karya Leni Marlina, sebuah karya yang berbicara tentang perjalanan waktu, kenangan, kehilangan, dan proses berdamai dengan masa lalu. Adapun Jeritan dari Pelajar Desa Masungkang karya Ridayati menghadirkan suara dari ruang-ruang yang sering luput dari perhatian, namun menyimpan kisah-kisah penting yang layak didengar dan direnungkan bersama.
Untuk memperkaya pengalaman apresiasi sastra, pakar sastra Dr. Surya Baskara akan hadir memberikan ulasan terhadap puisi Tinggalkan Ibu, Selamatkan Saja Adikmu. Kehadiran beliau diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi para pendengar dalam memahami kedalaman makna yang terkandung di balik karya sastra.
Namun malam ini tidak hanya tentang puisi.
Sebagaimana menjadi ciri khas berbagai kegiatan budaya yang digagas Banggai Kreatif, sastra akan berpadu dengan alunan Musik Kreatif Banggai yang menghadirkan nuansa lokal yang kaya dan autentik. Perpaduan kata, suara, dan musik akan menciptakan suasana apresiasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan kultural para pendengar.
Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sastra dan seni tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, karya sastra masih mampu menghadirkan ruang dialog, memperkuat empati, serta menjembatani pengalaman manusia yang beragam.
Melalui siaran radio dan layanan streaming digital, Apresiasi Sastra Nusantara membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk menikmati karya-karya sastra Indonesia tanpa batas geografis. Dari sebuah studio radio di Luwuk, kata-kata akan mengalir menembus jarak, menyapa para pendengar yang mencintai sastra, seni, dan budaya.
Masyarakat dapat mengikuti siaran ini melalui Radio Suara Padodohi FM 107.7 Luwuk maupun melalui layanan streaming di https://suarapadodohi.banggaikreatif.com dan https://radiosuarapadodohi.com. Dengan demikian, para pecinta sastra, seni, dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara dapat turut menjadi bagian dari malam apresiasi yang mempertemukan puisi, musik, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu ruang yang hangat dan penuh makna.
Dari Luwuk, suara-suara sastra akan mengalir melintasi batas geografis, menghubungkan hati para pendengar melalui kekuatan kata dan keindahan seni. Sebuah pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, sastra tetap memiliki tempat untuk menyatukan, menginspirasi, dan menumbuhkan harapan.
Apresiasi Sastra Nusantara