Kodrat Manusia
10 Jun 2026 | Oleh: Ridayati
Kita hanyalah musafir di hamparan waktu,
melangkah di antara tawa dan pilu.
Tak selalu langit cerah membiru,
sebab hidup mengajarkan arti bersyukur dan tahu.
Kita diberi akal untuk menimbang jalan,
namun bukan untuk menentang ketentuan.
Ada batas yang menjaga kesadaran,
bahwa manusia tetaplah insan yang penuh kekurangan.
Jangan sombong saat berada di puncak tinggi,
jangan pula putus asa ketika langkah terhenti.
Sebab roda zaman terus berputar silih berganti,
mengajarkan rendah hati dalam setiap hari.
Sadarlah akan kodrat yang telah digariskan,
lahir, tumbuh, lalu kembali kepada Sang Pencipta kehidupan.
Maka isilah hari dengan kebaikan dan ketulusan,
agar hidup bermakna dalam setiap hembusan.
Karena sebesar apa pun mimpi yang digenggam,
setinggi apa pun derajat yang didambakan,
manusia tetaplah manusia dalam kodratnya yang dalam—
makhluk yang belajar, bersyukur, dan mencari jalan pulang.
Dengarkan pembacaan puisinya :