Suara yang Terabaikan

08 Jun 2026 | Oleh: Ridayati

Suara yang Terabaikan

Kami pernah menitipkan harapan
pada janji yang menjulang di mimbar-mimbar,
pada kata-kata yang dirangkai indah
seperti embun di pagi yang segar.

Namun waktu membuka tabir,
dan kenyataan berjalan berbeda arah.
Rakyat diminta terus bertahan,
sementara beban kian bertambah berat.

Harga-harga menari tanpa kendali,
keringat petani tak sebanding hasil panen,
nelayan menatap laut dengan cemas,
buruh menghitung hari dengan kegelisahan.

Di ruang-ruang megah keputusan dibuat,
tetapi suara kecil dari pelosok negeri
sering hilang di antara tepuk tangan
dan gemuruh kepentingan yang bersilang.

Kami bukan meminta kemewahan,
hanya keadilan yang berpihak pada kehidupan.
Sebab negara berdiri bukan untuk segelintir,
melainkan untuk seluruh rakyat yang menghidupinya.

Semoga nurani tetap menyala,
di balik kekuasaan yang silih berganti.
Karena sejarah selalu mengingat,
bahwa kezaliman kebijakan akan runtuh,
dan kebenaran rakyat akan menemukan jalannya.

dengarkan pembacaannya:

Suara yang Terabaikan - Banggai Kreatif

Ditulis oleh:

Ridayati

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: