You and the River (Engkau dan Sungai)
21 May 2026 | Oleh: Leni Marlina
You and the River
Poem by Leni Marlina
–
You flow like a river
that has memorized the language of stone,
the water in your body glimmers like glass remembering the sky
the stones grumble on the riverbed
yet you answer them with patience,
your voice is a long music played by the earth for thousands of years
the fish read the reflection of your face,
the wind tastes your coolness,
the leaves listen to your stories about the upstream
you do not fight the stones,
you move around them
and through that journey
you show the world:
that the greatest strength
is not destroying obstacles,
but flowing,
turning every barrier
into a path toward the future
–
Melbourne -Australia, PPIC (Poetry-Pen International Community), 2013
Listen to the poetry reading — click below.
You and the River - Banggai Kreatif
—
Engkau dan Sungai
Puisi: Leni Marlina
–
Engkau mengalir seperti sungai menghafal bahasa batu,
air di tubuhmu berkilau
seperti kaca mengingat langit
batu-batu menggerutu di dasar aliran
namun kau menjawabnya dengan kesabaran,
suaramu
adalah musik panjang
yang dimainkan bumi sejak ribuan tahun
ikan-ikan membaca bayangan wajahmu
angin mencicipi dinginmu
daun-daun mendengarkan ceritamu tentang hulu
Engkau tak melawan batu
kau mengelilinginya
dan dari perjalanan itu
kau tunjukkan dunia:
bahwa kekuatan terbesar
bukan menghancurkan rintangan,
tapi mengalir,
menjadikan rintangan menjadi jalan menuju masa depan
–
Melbourne, Australia, PPIC (Poetry-Pen International Community), 2013
dengarkan pembacaan puisinya :
Engkau dan Sungai - Banggai Kreatif
Tentang Penyair – Leni Marlina
Leni Marlina adalah seorang penyair, penulis, penerjemah, dan dosen asal Indonesia di Departemen Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, tempat ia mengabdi sebagai dosen pegawai negeri sipil sejak tahun 2006. Karya-karya kreatif dan akademiknya bergerak melintasi berbagai bidang, seperti puisi, fiksi, esai, kritik sastra, penerjemahan, dan kajian literasi, yang mencerminkan komitmennya yang berkelanjutan terhadap bahasa sebagai medium refleksi, empati, dan martabat kemanusiaan.
Di antara publikasi terbarunya adalah kumpulan puisi The Beloved Teachers (2025) dan L-BEAUMANITY: Love, Beauty, and Humanity (2025), serta trilogi pendidikan English Stories for Literacy (2024–2025). Melalui karya-karya ini, ia mengeksplorasi pertemuan antara sastra, pendidikan, dan kemanusiaan, dengan memandang tulisan sebagai praktik kreatif sekaligus dialog moral dengan dunia.
Selain menulis puisi, Leni juga aktif menulis cerita pendek, esai, kritik sastra, dan ulasan. Ia juga menerjemahkan teks sastra dan jurnalistik untuk berbagai platform digital nasional dan internasional. Tulisan-tulisannya sering mengangkat tema pendidikan, budaya, literasi, perdamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga menempatkan sastra sebagai jembatan antara pengetahuan, imajinasi, dan kesadaran sosial.
Di samping karier akademiknya, Leni juga aktif dalam jurnalisme sastra dan advokasi literasi. Ia berkontribusi sebagai penulis dan editor lepas di platform media digital seperti Suara Anak Negeri News dan Negeri News, tempat ia menerbitkan artikel tentang pendidikan, sastra, budaya, dan isu-isu kemanusiaan. Kedua platform tersebut memiliki misi yang sama, yaitu “memberi suara bagi mereka yang tidak dapat bersuara.”
Leni juga merupakan pendiri dan ketua dari beberapa komunitas sastra dan literasi, di antaranya PPIPM-Indonesia, Poetry Pen International Community (PPIC), Littalk-C Literary Talk Community, Translation Practice Community (Trans-PC), serta World Children’s Literature Community (WCLC). Melalui komunitas-komunitas ini, ia mendorong dialog sastra internasional, praktik penerjemahan, serta pengembangan literasi lintas budaya.
Selain itu, ia juga merupakan anggota aktif di beberapa organisasi kepenulisan, termasuk SatuPena Sumatera Barat, KEAI, dan PLS. Sejak tahun 2012, ia juga berafiliasi dengan Victorian Writers Centre di Australia & sejak tahun 2024 juga berrgabung sebagai anggota Shanghai Huifeng International Literarty Association (ACC SHILA).
Kontribusinya dalam dunia sastra telah memperoleh berbagai pengakuan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 2025, ia menerima Best Writer Award dari SatuPena Sumatera Barat dalam acara International Minangkabau Literary Festival (IMLF-3) yang diketuai oleh Sastri Bakry. Pada tahun yang sama, ia juga dianugerahi ACC International Literary Prize 2025 dari ACC Shanghai Huiyu International Literary Creative Media Centre serta menerima penghargaan dari komunitas sastra internasional The Rhythm of Vietnam.
Melalui karya tulis, pengajaran, dan aktivisme sastranya, Leni Marlina terus menumbuhkan ruang-ruang pertemuan antara sastra, pendidikan, dan kemanusiaan, mendorong dialog, memelihara kreativitas, serta memperkuat budaya literasi di berbagai komunitas dan lintas batas dunia.
publikasikan pertama :
Leni Marlina’s Bilingual Poetry Collection: “You Whom I Know” – Suara Anak Negeri