DOA
21 May 2026 | Oleh: Rissa Churria
Ibu-ibu mengikat rambut mereka
Dengan utas angin yang jatuh dari gunung
Mereka berjalan membawa piring kosong
Menunggu hujan menuliskan nama
Anak-anak yang hilang
Di antara sungai yang berubah warna
Di tanah para pejuang
Aku melihat tubuh Sumatra bergetar
Seperti perempuan tua bersujud panjang
Bumi membaca tasbihnya sendiri
Melalui rintihan lumpur
Menari tanpa ritme manusia
“Tak ada yang abadi,”
bisik ibu
“Kita hanya singgah dalam perjamuan siksa dan rahmat”
Pada udara yang gelap
Aku melihat:
Setiap batu adalah huruf
Gempa adalah ayat
Memanggil kita bersamaan
Dalam sunyi yang paling cahaya
Tundukkan kepala!
Bekasi, 30.11.2025