MENGUMPULKAN CAHAYA 

21 May 2026 | Oleh: Rissa Churria 

MENGUMPULKAN CAHAYA 

Perempuan itu tak menangis
Tangannya sibuk menjahit sisa-sisa rumah
Dari serpihan yang sudah kehilangan nama

“Bencana hanya cara bumi
mengembalikan keterlaluan kita pada keseimbangan,” katanya.

Di kantong bajunya
Dia menyimpan tiga doa:
Untuk anaknya yang belum kembali
Untuk pepohonan yang tumbang
Untuk malaikat yang menuliskan
Takdir dengan gemetar

Ketika malam tiba
Dia nyalakan lampu minyak  
Membiarkan cahayanya pecah
Menyebar seperti rahasia 
Tak sanggup dia bendung

Langit menggigil
Gunung menahan nafas
Air meludah dengan rasa tak bersalah

Perempuan itu berdiri
Di tengah jerit peristiwa 
Telanjang dari harap duniawi
Menjadi puisi yang tak pernah dia minta 

Dia tahu
Keruntuhan adalah guru
Dia murid yang perlahan menemukan Tuhan
Dalam bunyi debu
Turun menjelma bah dan lumpur 
Pada buku hariannya 
Tertulis 
Aku cinta pada-mu

Bekasi, 01.12.2025

Dengarkan pembacaan puisinya, Klik di bawah ini:

MENGUMPULKAN CAHAYA - Banggai Kreatif

Ditulis oleh:

Rissa Churria 

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: