Pelangi turun di langit kurawan Warnanya pecah di atas padang ilalang Seorang gadis berdiri dalam cahaya senja Matanya bening seperti embun di daun muda Rambutnya jatuh perlahan di bahu sunyi Dan angin membawa harum widuri ke dadaku
Di tanah Banggai yang dekat laut biru Bunga widuri bermekaran sepanjang musim Kelopaknya ungu pucat seperti cahaya senja Menyimpan arti hati yang mulai terbuka Karena bunga widuri yang mekar Adalah pertanda batin yang bersinar terang Membawa rasa aman, keakraban, dan harapan Seperti energi yang memanggil cinta untuk tumbuh perlahan
Ingin kupetik satu kuntum saja Untuk kupeluk dalam tidur panjangku malam ini
Kubuka jendela ketika malam turun Langit penuh cahaya chandra kartika Bulan menggantung di atas ombak Dan namamu bergetar di setiap desir angin Sudah berkali-kali kulewati rumahmu Namun pintunya masih rapat tertutup Seperti hatimu yang belum selesai terluka
Widuri… Kapankah kau membuka matamu untukku Agar aku bisa singgah sebentar Di taman sunyi dalam hatimu
Pelangi muncul lagi selepas hujan Melengkung tinggi di dada langit Ilalang gemerisik diterpa angin malam Membangunkan aku dari mimpi buruk kehilangan Di batas jalan dan tugu desa Kupahat namamu dengan peluh dan doa Jika kau melihat awan berarak pelan Di sanalah aku duduk menunggu Sampai pintu maafmu terbuka perlahan
Senja membawa burung kembali pulang Kabut turun memeluk bukit-bukit Semua menemukan jalan menuju rumah Kecuali aku Yang masih tersesat di lorong rindumu Karena senyummu kau sembunyikan Di balik diam yang dingin dan angkuh
Widuri… Kau adalah bunga liar di tepi jurang Tumbuh kuat diterpa angin laut Tak mudah disentuh Tak mudah dimiliki Namun aku adalah ombak sabar dari Banggai Yang terus datang memanggil namamu Meski karang melukai dadaku berkali-kali
Jika malam tertidur di pangkuan sepi Kukirim bisikan cintaku bersama angin Biar langit pucat menahan dingin Biar bintang-bintang jatuh ke laut sunyi Aku akan tetap memejam mata dengan tenang Sebab dalam mimpiku Kau masih tersenyum seperti bunga widuri Yang mekar diam-diam di musim rindu
Aku telah berjalan jauh mencari cinta Melewati desa, pantai, dan jalan berbatu Namun akhirnya kutemukan jawaban itu Pada harum bunga widuri Yang tumbuh setia di tanah Banggai Ungu, sunyi, namun abadi.
dalam Lagu:
Pelangi turun di langit senja Ilalang menari disentuh angin laut Kulihat dirimu berdiri di sana Membawa harum rindu ke dalam hidupku
Bunga widuri ungu merekah Membuka hati yang lama membeku Cahayanya hangat penuh harapan Menjaga cinta tetap hidup di kalbu
Reff Widuri… widuri dari Banggai Mekar indah di tepi pantai Meski ombak memukul karang Cintaku tak akan hilang
Widuri… dengarlah hatiku Kupanggil namamu sepanjang waktu Biar malam dan hujan berlalu Aku tetap menunggumu
Kubuka jendela di malam sunyi Bulan menggantung di atas samudra Langkahku lelah mencari arti Namun wajahmu tinggal di dada
Jika suatu hari pintumu terbuka Izinkan aku singgah sebentar Menjadi angin yang setia Menjaga widuri tetap mekar
Reff (Ulang) Widuri… widuri dari Banggai Mekar indah di tepi pantai Meski ombak memukul karang Cintaku tak akan hilang
Widuri… dengarlah hatiku Kupanggil namamu sepanjang waktu Biar malam dan hujan berlalu Aku tetap menunggumu