Lorong Penantian

20 May 2026 | Oleh: Tatang Rancabali 

Lorong Penantian

Antrian panjang membentang di lorong penantian 
Setiap langkah menimbang sabar dalam harap 
Resep di tangan adalah amanat kesembuhan 
Maka kutahan lelah agar obat segera sampai di genggaman

Kursi berjejer menampung wajah-wajah menanti resah
Nafas tertahan dalam doa terucap pelan di antara desah
Keluhan tertahan waktu terasa lambat berlari
Sebab cinta membuat penantian menjadi lapang dan ikhlas

Di antara derap langkah dan suara nama dipanggil
Kami bersaudara oleh satu tujuan  serupa
Obat itu bukan sekadar cairan dan butiran pil 
Ia jembatan pulang menuju rumah dan tawa yang pulih

Biarlah lorong ini menjadi saksi kesabaranku tetap terjaga
Menunggu obat demi kesembuhan itu ibadah hening
Semoga setiap detik penantian menjadi pahala utuh
Hingga akhirnya  kupulang dengan hati  lega

RS Santosa Kopo Bandung, 19-05-2026:18.52

Ditulis oleh:

Tatang Rancabali 

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: