Nyala Kebangkitan di Ujung Zaman Digital
18 May 2026 | Oleh: Ridayati
Di bawah langit merah putih
yang pernah basah oleh darah perjuangan,
kami mendengar gema sumpah
dari para pendahulu bangsa—
tentang cinta yang tak pernah selesai
kepada tanah air bernama Indonesia.
Hari Kebangkitan Nasional
datang seperti embun pagi
yang mengetuk hati generasi muda,
membangunkan mimpi-mimpi
yang lama tertidur
di balik cahaya layar dan hiruk dunia maya.
Kami adalah anak-anak zaman digital,
lahir di tengah derasnya arus informasi,
di antara jutaan suara
yang saling berebut perhatian.
Namun di dada kami
masih tersimpan nyala perjuangan
yang diwariskan sejarah.
Jari-jari kami mungkin
tak lagi menggenggam bambu runcing,
tetapi menggenggam ilmu dan teknologi
untuk menulis masa depan negeri.
Kami bertempur bukan di medan perang,
melainkan di ruang-ruang gagasan,
di ladang kreativitas,
di medan inovasi
yang menuntut keberanian dan keteguhan hati.
Kami ingin menjadi generasi
yang tak hanyut oleh gemerlap dunia,
yang mampu menjaga nurani
di tengah banjir kata dan berita.
Menjadi pemuda
yang menebar cahaya lewat karya,
menghidupkan persatuan lewat suara,
dan menguatkan bangsa
dengan akhlak serta pengetahuan.
Sebab kemerdekaan hari ini
bukan hanya tentang bebas dari penjajah,
tetapi tentang mampu berdiri tegak
di tengah perubahan zaman,
tanpa kehilangan jati diri
dan cinta kepada ibu pertiwi.
Menuju Indonesia Emas,
kami ingin tumbuh
seperti matahari yang tak lelah terbit,
menerangi negeri
dengan mimpi, doa, dan pengabdian.
Menjadi generasi
yang tak sekadar hidup di tanah Indonesia,
tetapi menjadi alasan
mengapa bangsa ini tetap bercahaya.
Wahai negeri yang kami cintai,
jika kelak sejarah kembali menulis nama zaman ini,
biarlah tercatat—
bahwa generasi mudamu pernah bangkit,
menyalakan harapan di era digital,
dan menjaga merah putih
tetap berkibar megah
menuju Indonesia Emas.
dengarkan Musikalisasinya, Klik di Bahwah ini: