Di pelabuhan Pagimana angin laut membawa kabar perjuangan tentang Nani Wartabone yang menyalakan bara kemerdekaan hingga ke tanah Babasal.
Rakyat tak lagi rela menjadi bayang-bayang di bawah bendera penjajah.
Dua belas Februari 1942, di tangan Arnold Masulili warna biru disobek dari kain Belanda, menyisakan Merah Putih yang berkibar gagah di langit Pagimana.
Itulah fajar patriotik yang lahir sebelum republik diproklamasikan.
Gelombang itu bergerak ke Luwuk. Di bawah komando Ince Umar Dahlan, kekuasaan kolonial runtuh, dan Indonesia Raya berkumandang di bumi Banggai.
Bersama Syukuran Aminuddin Amir dan para pejuang lainnya, rakyat menjaga nyala kemerdekaan meski bayang-bayang Jepang mulai datang.
Kini, Lapangan Gelora 12 Februari masih menyimpan jejak langkah sejarah. Mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar upacara, tetapi keberanian menjaga harapan dan kesejahteraan rakyat di tanah Babasal tercinta.
Luwuk, 17 Mei 2026
dengarkan Musikalisasi Puisinya, Klik di bawah ini: