Fajar Merah Putih di Bumi Babasal

16 May 2026 | Oleh: Rastono Sumardi

Fajar Merah Putih di Bumi Babasal

Di pelabuhan Pagimana
angin laut membawa kabar perjuangan
tentang Nani Wartabone
yang menyalakan bara kemerdekaan
hingga ke tanah Babasal.

Rakyat tak lagi rela
menjadi bayang-bayang
di bawah bendera penjajah.

Dua belas Februari 1942,
di tangan Arnold Masulili
warna biru disobek dari kain Belanda,
menyisakan Merah Putih
yang berkibar gagah
di langit Pagimana.

Itulah fajar patriotik
yang lahir sebelum republik diproklamasikan.

Gelombang itu bergerak ke Luwuk.
Di bawah komando
Ince Umar Dahlan,
kekuasaan kolonial runtuh,
dan Indonesia Raya berkumandang
di bumi Banggai.

Bersama
Syukuran Aminuddin Amir
dan para pejuang lainnya,
rakyat menjaga nyala kemerdekaan
meski bayang-bayang Jepang mulai datang.

Kini,
Lapangan Gelora 12 Februari
masih menyimpan jejak langkah sejarah.
Mengajarkan bahwa kemerdekaan
bukan sekadar upacara,
tetapi keberanian menjaga harapan
dan kesejahteraan rakyat
di tanah Babasal tercinta.

Luwuk, 17 Mei 2026

dengarkan Musikalisasi Puisinya, Klik di bawah ini:

Fajar Merah Putih di Tanah Babasalan - Banggai Kreatif

 

 

 

Ditulis oleh:

Rastono Sumardi

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: