Bumi yang Menangis, Namun Masih Berharap

13 May 2026 | Oleh: Anisa

Bumi yang Menangis, Namun Masih Berharap

Bumi menangis,
Air matanya merembes ke dalam tanah,
Dedaunan merintih dihembus angin pilu,
Langit kelabu menutup wajahnya yang letih.

Manusia,
Dengan tangan-tangan yang merenggut,
Menggores luka dalam kulitnya yang rapuh,
Membakar nafasnya, mencuri nadinya,
Terlalu sibuk mencari, lupa memberi.

Namun, di balik awan gelap kesedihan,
Bumi masih menanti,
Sebuah bisikan cinta yang tulus,
Sebuah sentuhan lembut yang menyembuhkan.

Jika kita mampu mencintainya kembali,
Maka daun-daun akan kembali bernyanyi,
Sungai mengalir jernih tanpa takut,
Dan langit tersenyum cerah menatap dunia.

Bumi menangis bukan hanya karena luka,
Tapi karena ia tahu,
Cinta kita adalah harapan terakhir,
Yang mampu mengubah tangis jadi tawa.

 

dengarkan musikalisasinya :

Bumi Menangis Namun Tetap Berharap - Banggai Kreatif

Ditulis oleh:

Anisa

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: