Indonesia, Dalam Pelukan Doa dan Janji

10 May 2026 | Oleh: Samsun Huda

Indonesia, Dalam Pelukan Doa dan Janji

Delapan puluh tahun kau berdiri, 
dengan luka yang tak selalu sembuh, 
dan senyum yang tak pernah benar-benar hilang. 

Tanahmu masih hijau, 
meski kadang teriris beton, 
lautmu masih biru, 
walau sesekali menangis minyak. 


Indonesia,
kau bukan sekadar peta di dinding sekolah, 
kau adalah ibu yang tak pernah tidur,
menyusui harapan dari generasi ke generasi, 
meski anak-anakmu kadang lupa cara bersyukur. 


Kami tahu, (tegas, jeda)
kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan,
melainkan awal dari pertanyaan panjang: 

"Apakah kita sudah benar-benar merdeka 
dari ketamakan, kebodohan,
dan lupa akan sejarah?" 


Namun, (jeda, perubahan nada)
di balik gedung-gedung yang menjulang, 
dan suara-suara gaduh di layar kaca, (
masih ada doa yang tak pernah padam, 
dari tangan-tangan tua yang menanam padi, 
dari anak-anak kecil yang menyebutmu dalam mimpi. 


Indonesia, (penekanan)
kami ingin kau tumbuh bukan hanya besar, (tenang)
tapi juga bijak. (tegas)

Kami ingin pemimpinmu bukan hanya pintar, 
tapi juga jujur. 

Kami ingin rakyatmu bukan hanya bekerja,
tapi juga bermakna. 

(Suasana: doa, sakral, 
Doa kami sederhana: 
agar langitmu tetap teduh,
agar tanahmu tetap subur, 
agar sejarahmu tetap dikenang,
dan masa depanmu tetap ditulis 
dengan tinta harapan, 
bukan darah. 


Indonesia, 
di usia 80 tahunmu, 
kami tak hanya merayakan, 
kami berjanji: 

untuk mencintaimu lebih dalam,
bukan hanya saat pemilu tiba, 
tapi setiap pagi,
saat matahari menyapa sawah dan sekolah 

 

dengarkan pembacaan puisinya, Klik di bawah ini :

Indonesia dalam Pelukan Janji - Banggai Kreatif

 

 

Ditulis oleh:

Samsun Huda

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: