Sang Dewi Puspa dari Banggai
07 May 2026 | Oleh: Rastono Sumardi
Di simpang jalan senja berwarna jingga…
kutemukan tatapmu… selembut embun pertama…
Langit pun diam ketika kau tersenyum…
seolah dunia lupa… cara meredam harumnya rindu…
Engkau datang seperti angin bulan Januari…
membawa wangi bunga… dari taman hati…
Langkahmu lirih… namun mengguncang jiwa…
menjadikan malam… penuh cahaya cinta…
Wahai Dewi Puspa dari Banggai…
namamu bergetar di dada… seperti doa…
Matamu teduh… bagai danau tanpa badai…
membuat aku tenggelam… tanpa ingin kembali…
Pada rambutmu… angin bersandar manja…
pada suaramu… rinduku menemukan rumahnya…
Dan ketika jemarimu menyentuh waktu…
detik-detik berubah menjadi syair yang syahdu…
Andaikan hujan jatuh di ujung malam…
biarlah aku menjadi payung dalam genggaman…
Andaikan dunia lelah memeluk hatimu…
izinkan aku menjadi tempat pulang untuk rindumu…
Sang Dewi Puspa dari Banggai…
engkau bukan sekadar bunga yang mekar di dunia…
melainkan kisah cinta yang ditulis semesta…
dengan tinta bulan… dan cahaya bintang yang setia…
Bila esok usia menua perlahan…
aku tetap ingin duduk di sampingmu… dalam keheningan…
Memandang senja yang jatuh di pelupuk hari…
sambil tetap menyebut namamu…
Sebagai puisi paling indah…
yang pernah hidup di hati…
Luwuk, 7 Mei 2026