Aku Melihat Indonesia dari Luwuk Banggai
28 Apr 2026 | Oleh: Rastono Sumardi
Dari Teluk Lalong
Yang memantulkan langit dan wajah pagi
Dari Luwuk di pesisir Teluk Tomini
Yang membentang seperti doa yang panjang
Aku mendengar Indonesia
Jikalau aku berdiri di Pantai Kilo Lima
Menyaksikan laut berkilau disentuh cahaya
Dan ombak kecil menyapa langkah kaki
Aku tidak lagi melihat pantai
Aku melihat Indonesia
Jikalau aku menyeberang ke Pulau Dua
Dengan pasir putih dan laut sebening hati
Yang menyimpan sunyi dan keindahan
Aku tidak lagi melihat pulau
Aku melihat Indonesia
Jikalau aku menapaki Air Terjun Piala Hanga-Hanga
Air yang jatuh seperti doa dari langit
Atau mendengar gemuruh Air Terjun Salodik
Yang mengalir di antara rimbun hutan
Aku tidak lagi mendengar air
Aku mendengar Indonesia
Jikalau aku berdiri di Bukit Keles
Melihat hijau yang tak habis dipandang
Dan angin yang membawa cerita tanah
Aku tidak lagi melihat bukit
Aku melihat Indonesia
Jikalau aku menyusuri perkebunan buah naga
Yang merahnya menyala di antara daun-daun
Tumbuh dari tanah yang setia memberi
Aku tidak lagi melihat kebun
Aku melihat Indonesia
Dan di seberang sana…
Ada Danau Paisupok
Airnya jernih seperti cermin jiwa
Menyimpan kenangan, cinta, dan kehidupan
Aku tidak lagi melihat danau
Aku melihat Indonesia
Jikalau anak-anak berlari di pesisir
Di antara ombak dan cahaya sore
Dengan mata yang penuh harapan
“Menuju maju sejahtera…”
Aku tidak lagi melihat mereka
Sebagai anak-anak desa
Aku melihat Indonesia
Dalam laut yang luas
Dalam hutan yang diam
Dalam tanah yang subur
Dan langkah hidup yang sederhana
Ada negeri yang tumbuh
Tak selalu terdengar
Namun tak pernah padam
Aku melihat Indonesia
Bukan dari gemerlap kota
Tapi dari Luwuk Banggai
Dari pesisir
Dari air
Dari tanah
Aku melihat Indonesia
Luwuk, 18 April 2026
Rastono Sumardi